Sugeng Sugiharto' Pages

Ini adalah halaman pikiran Sugeng Pondang Sugiharto.  Apapun yang berkecamuk di kepalanya, akan coba dituliskannya disini. Semoga negeri ini cukup setia dalam memenuhi janjinya untuk patuh kepada Undang-Undang Dasarnya khusus tentang pasal kebebasan berpendapat

J-ZS5448, Bani Hasyim yang memilih tetap lupa nasab daripada mengarang nasab

Bani Hasyim modern yang menjadi sepupu Cohen, terkunci pada haplogroup J-L859. J-L859 memiliki tiga subclade, yaitu J-FGC8703 yang isinya Alawiyyin, Jafari Thalibi, dan Aqil Thalibi, kemudian J-ZS6406 yang merupakan keturunan Khalifah-Khalifah Abassiyah dan sepupu mereka yang masih di Saudi Arabia, dan J-ZS5448 yang belum diketahui asal usulnya. Penghuni Haplogroup J-ZS5448 ini hanya menggunakan marga Al Qurashi, padahal kalau mereka mau, bisa saja menggunakan marga Al Hasyimi.

Secara tradisi oral keturunan Abdul Muthalib yang berlanjut garis paternalnya adalah Abi Thalib, Abbas, Harith, dan Abu Lahab. Garis Abi Thalib dan Abbas berubah menjadi elite kekaisaran Islam menjadi garis Alawiyyin, Jafari, dan Abbasiyah. Khusus J-ZS5448 ini menjadi subclade yang pemalu, menjadikan kecurigaan besar mereka adalah Bani Lahab. Andaikan mereka adalah Bani Harith, sikap Alawiyyin dan Abbasiyah kemungkinan besar akan memuliakan mereka di masa lalu sebagai saudara tua, sehingga mereka bisa masuk sebagai kaum elite Bani Hasyim. Tetapi sikap humble mereka dengan memakai nama Al Qurashi, sepertinya merupakan warisan luka masa lalu.

Bani Lahab yang merupakan keturunan Abu Lahab, tentu sakit menyandang keturunan musuh Islam tapi sekaligus paman nabi sendiri. Walaupun Nabi sendiri telah melakukan rekonsiliasi dengan tetap memperlakukan saudara saudara sepupunya ini sebagai saudara, sulit sebagai Bani Lahab untuk menyandang nama Bin Lahab. Pun pada periode berikutnya, mereka tidak masuk menjadi kaum elite seperti Alawiyyin, Abbasiyah, dan Jafari-Thalibi.

Andaikan mereka benar Bani Lahab, sikap melupakan nasab itu jauh lebih terhormat daripada mengarang nasab sebagaimana yang dilakukan Bani Alwi. Bani Lahab adalah legitimate clade dari Bani hasyim. Mereka sah sebagai Al Hasyimi. Mereka bisa saja menumpang marga sepupunya sebagai Al Thalibi atau Al Abbasi, Al Harith, atau Al Hasyimi, tetapi mereka memilih hanya menggunakan AL Qurashi. Mereka memilih melupakan silsilahnya tapi tidak melupakan akarnya sebagai Al Qurashi. Mereka sadar diri, kalaupun mereka memilih menumpang nasab ke sepupunya, di masa depan akan tetap ketahuan.

Sikap mereka sangat bertolak belakang dengan Baalwi. Posisi mereka yang berada di G-Y32613 menunjukkan kemustahilan mereka sebagai Bani Hasyim. Mereka mengarang nasab, tetapi tidak tahu dan tidak mampu membuktikan klaim mereka sebagai Bani Hasyim. Sementara yang diduga Bani Lahab ini, walaupun mengalami luka sejarah, memilih tidak mengarang nasab, atau menumpang nasab sepupunya. Mereka memilih sebagai Al Qurashi daripada Al Hasyimi. Bandingkan dengan baalwi. Mereka bersepupu dengan Bani Bothar yang tidak mengklaim sebagai Al Hasyimi, kemudian mengarang nasab sebagai Al Hasyimi, tapi tidak becus membuktikan mereka adalah Al Hasyimi. Bani Bothar Oman dan Bani J-ZS5448 adalah contoh kejujuran akan nasab. Nasab tidak akan membawa kemuliaan sampai harus direkayasa. Kemuliaan hanya datang dengan perjuangan, bukan nasab. Itupun tidak bisa diwariskan, karena para keturunan harus memperjuangkan kemuliaannya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *